Jumat, 08 Maret 2024

RANCANG BANGUN INOVASI PENDIDIKAN UPTD SDN SOKOBANAH DAYA 1 "BANGKIT SEMESTA" TAHUN 2024

 PROFIL INOVASI


Nama Inovasi         :            BANGKIT SEMESTA (Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang ber-IMTAQ)

Tahapan Inovasi     : Penerapan

Inisiator Inovasi     : UPTD SDN Sokobanah Daya 1

Jenis Inovasi             : Digitalisasi Pendidikan

Tematik                     : Pembentukan Karakter Siswa ber-IMTAQ

Bentuk Inovasi             : Pelayanan Publik

Urusan Pemerintahan         : Pendidikan

DASAR HUKUM :

  1. Undang - Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 14, ayat (1)
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 sebagimana telah diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  6. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2019 pada Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;
  7. Peraturan Daerah Kabupaten Sampang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaga Daerah Kabupaten Sampang Tahun 2020 Nomor 3);
  8. Peraturan Bupati Sampang Nomor 26 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang;
  9. Peraturan Daerah Kabupaten Sampang Nomor 2 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah;
  10. Peraturan Bupati Sampang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang;
  11. Peraturan Bupati Sampang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pendelegasian Kewenangan Dibidang Perizinan dan Rekomendasi Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja.
        PERMASALAHAN :

Pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi di sekolah merupakan aspek krusial dalam membentuk siswa yang berintegritas dan berkepribadian kuat. Meskipun diakui pentingnya, pendidikan karakter yang berlandaskan iman dan taqwa sering kali menghadapi tantangan yang kompleks. Salah satunya adalah kurangnya konsistensi dalam penerapannya di berbagai lembaga pendidikan.

Guru juga sering mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut. Selain itu, ketersediaan sumber daya dan infrastruktur, terutama dalam hal teknologi, sering menjadi hambatan bagi sekolah dalam mengimplementasikan program pendidikan karakter yang berkualitas. Integrasi antara pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam kurikulum juga merupakan tantangan, karena memerlukan penyesuaian yang cermat agar tercipta keseimbangan yang tepat antara pengembangan karakter dan pemanfaatan teknologi. Terlalu banyak ketergantungan pada teknologi juga bisa mengaburkan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan. Oleh karena itu, solusi yang terarah dan terukur diperlukan untuk mengatasi tantangan ini, dengan melibatkan kolaborasi antara semua pihak terkait, seperti sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah. Dengan demikian, pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membentuk siswa yang berimtaq, yaitu memiliki iman dan taqwa yang kokoh, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan.

ISU STRATEGIS :

Isu strategis BANGKIT SEMESTA (Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang ber-IMTAQ) mencakup sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan secara mendalam. Berikut adalah beberapa isu strategis yang dapat diidentifikasi:

  1. Integrasi Kurikulum yang Seimbang: Bagaimana menyusun kurikulum yang seimbang antara pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi sehingga siswa tidak hanya berkembang secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat berlandaskan iman dan taqwa?
  2. Pengembangan Kurikulum yang Relevan: Bagaimana mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa serta mampu menggabungkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern?
  3. Pelatihan dan Pengembangan Profesional Guru: Bagaimana memberikan pelatihan dan pengembangan profesional kepada guru agar mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi secara efektif dalam pembelajaran mereka?
  4. Ketersediaan Sumber Daya dan Infrastruktur: Bagaimana memastikan ketersediaan sumber daya dan infrastruktur yang memadai di sekolah agar mendukung implementasi pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang berkualitas?
  5. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran: Bagaimana memanfaatkan teknologi secara optimal dalam pembelajaran tanpa mengabaikan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan, serta memastikan akses yang adil bagi semua siswa?
  6. Pemberdayaan Orang Tua dan Masyarakat: Bagaimana melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan teknologi siswa di luar lingkungan sekolah?
  7. Pemantauan dan Evaluasi: Bagaimana mengukur dan mengevaluasi efektivitas program pengembangan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi di sekolah untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran?
  8. Tantangan Multikulturalisme: Bagaimana menghadapi tantangan multikulturalisme dalam pengembangan karakter siswa sehingga menghormati dan memperkaya nilai-nilai agama dan budaya yang berbeda?
  9. Keberlanjutan Program: Bagaimana memastikan keberlanjutan program pengembangan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi di sekolah dalam jangka panjang serta mendorong perubahan yang berkelanjutan dalam budaya dan pola pikir sekolah?
  10. Kesesuaian dengan Kebijakan Pendidikan Nasional: Bagaimana menjaga kesesuaian inisiatif pengembangan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi sekolah dengan arah kebijakan pendidikan nasional dan mampu menjadi kontributor dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas?

Dengan mengidentifikasi dan menanggapi isu-isu strategis ini secara proaktif, sekolah dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk membentuk siswa yang beriman, bertakwa, dan memiliki pemahaman yang kuat akan nilai-nilai karakter dalam konteks ilmu pengetahuan dan teknologi.

METODE PEMBAHARUAN :

Perubahan inovasi daerah di bidang pendidikan yang awalnya GERBANG SEMESTA (Gerakan Pengembangan Sekolah Menuju IMTAQ) yang dicanangkan pada tahun 2021 dalam prosesnya pada tahun 2024 berubah menjadi BANGKIT SEMESTA (Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang ber-IMTAQ). Berikut adalah metode pembaharuan sebelum dan sesudah inovasi daerah BANGKIT SEMESTA (Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang ber-IMTAQ)

Sebelum Inovasi:

  1. Analisis Kebutuhan: Melakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan siswa, guru, dan staf sekolah terkait pengembangan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi di lingkungan sekolah.
  2. Studi Komparatif: Melakukan studi komparatif terhadap program-program serupa di sekolah lain atau daerah lain untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan mereka.
  3. Penyusunan Rencana Aksi: Menyusun rencana aksi yang jelas dan terukur untuk mengintegrasikan pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam kurikulum dan kegiatan sekolah.
  4. Pelatihan Prasyarat: Melakukan pelatihan prasyarat bagi guru dan staf sekolah untuk mempersiapkan mereka dalam mengimplementasikan inovasi yang akan dilakukan.
  5. Konsultasi dengan Para Pihak: Melakukan konsultasi dengan orang tua, masyarakat, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan dukungan dan masukan dalam proses inovasi.

 Sesudah Inovasi:

  1. Implementasi Program: Melaksanakan program-program yang telah dirancang sesuai dengan rencana aksi yang telah disusun sebelumnya.
  2. Pemantauan dan Evaluasi: Melakukan pemantauan terus-menerus terhadap pelaksanaan program-program inovatif, serta melakukan evaluasi terhadap dampaknya terhadap perkembangan siswa.
  3. Penyesuaian dan Perbaikan: Berdasarkan hasil evaluasi, melakukan penyesuaian dan perbaikan yang diperlukan terhadap program-program inovatif untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensinya.
  4. Pelatihan Lanjutan: Menyelenggarakan pelatihan lanjutan bagi guru dan staf sekolah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengintegrasikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
  5. Pengembangan Budaya Sekolah: Mendorong pengembangan budaya sekolah yang mendukung dan memperkuat nilai-nilai iman dan taqwa, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam lingkungan belajar.
  6. Diseminasi Hasil: Menyebarkan dan membagikan hasil-hasil baik dan praktik terbaik kepada sekolah lain dan masyarakat umum untuk mendukung pembaharuan dalam bidang pengembangan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

 Dengan implementasi metode-metode ini, diharapkan inovasi daerah "Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang Beriman dan Bertakwa" dapat memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi perkembangan siswa serta kemajuan pendidikan di daerah tersebut..

TAHAPAN INOVASI :

Berikut adalah tahapan inovasi BANGKIT SEMESTA untuk Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang Beriman dan Bertakwa:

  1. Pemetaan Kebutuhan dan Potensi Sekolah: Tahap awal adalah melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi sekolah, termasuk analisis mendalam tentang kondisi siswa, staf pengajar, infrastruktur, dan kebutuhan kurikulum. Ini melibatkan survei, wawancara, dan diskusi dengan berbagai pihak terkait.
  2. Perumusan Visi dan Misi: Berdasarkan pemetaan tersebut, perumuskan visi, misi, serta tujuan yang jelas untuk inovasi "BANGKIT SEMESTA". Visi dan misi ini harus mencerminkan komitmen terhadap pengembangan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang berlandaskan iman dan taqwa.
  3. Pengembangan Rencana Strategis: Selanjutnya, buatlah rencana strategis yang terperinci untuk mencapai visi dan misi inovasi. Rencana ini harus mencakup langkah-langkah konkret, sumber daya yang dibutuhkan, jadwal pelaksanaan, serta tanggung jawab masing-masing pihak.
  4. Pembentukan Tim Inovasi: Bentuklah tim inovasi yang terdiri dari perwakilan dari berbagai latar belakang, termasuk guru, staf sekolah, orang tua siswa, dan mungkin juga anggota masyarakat setempat. Tim ini bertanggung jawab untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi inovasi.
  5. Desain Program Pengembangan Karakter: Merancang program pengembangan karakter yang melibatkan berbagai kegiatan, pembelajaran, dan intervensi yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai iman dan taqwa dalam kehidupan siswa sehari-hari.
  6. Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Sementara itu, pastikan juga bahwa kurikulum ilmu pengetahuan dan teknologi diintegrasikan dengan nilai-nilai agama yang ditanamkan. Buatlah konten pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga sesuai dengan ajaran agama.
  7. Pelatihan dan Pengembangan Guru: Selanjutnya, lakukan pelatihan dan pengembangan guru untuk mempersiapkan mereka dalam menerapkan kurikulum baru yang terintegrasi. Ini melibatkan pelatihan teknologi, pelatihan pendidikan karakter, serta pelatihan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
  8. Implementasi dan Monitor: Implementasikan program secara bertahap sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun. Selama proses implementasi, lakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk mengidentifikasi kemajuan, tantangan, dan area perbaikan.
  9. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Komunitas: Libatkan orang tua siswa dan anggota komunitas dalam mendukung dan memperkuat program inovasi. Buatlah forum komunikasi dan kerjasama yang terbuka untuk mendapatkan dukungan serta masukan dari mereka.
  10. Evaluasi dan Penyesuaian: Setelah implementasi, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberhasilan inovasi "BANGKIT SEMESTA". Identifikasi apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, dan pelajari pelajaran dari proses tersebut. Selanjutnya, sesuaikan rencana dan program secara berkala sesuai dengan hasil evaluasi tersebut.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini secara sistematis dan berkelanjutan, inovasi "BANGKIT SEMESTA" dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk siswa yang beriman dan bertaqwa, serta terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

TUJUAN INOVASI :

Tujuan inovasi BANGKIT SEMESTA (Pengembangan Karakter, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Sekolah dalam Membentuk Siswa yang ber-IMTAQ) sebagai berikut :

  1. Membentuk Siswa yang Beriman: Mengembangkan kesadaran spiritual dan religiusitas siswa agar memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan mereka.
  2. Menginternalisasi Nilai-Nilai Agama: Membantu siswa memahami, menghargai, dan menginternalisasi nilai-nilai agama dalam perilaku sehari-hari, termasuk toleransi, kejujuran, empati, dan keadilan.
  3. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Ilmu Pengetahuan: Memastikan pembelajaran ilmu pengetahuan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga siswa memiliki pemahaman yang kokoh tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Mengintegrasikan Nilai-Nilai Keagamaan dalam Kurikulum: Menyelaraskan kurikulum sekolah dengan nilai-nilai agama dan moral yang dianut oleh siswa, sehingga pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek akademis tetapi juga pada pembentukan karakter.
  5. Mendorong Pemahaman yang Mendalam tentang Keterampilan Teknologi: Mengembangkan keterampilan teknologi dan literasi digital siswa secara menyeluruh, sambil memastikan bahwa penggunaan teknologi selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut.
  6. Memfasilitasi Pengalaman Pembelajaran yang Menciptakan Keseimbangan: Menyediakan pengalaman pembelajaran yang seimbang antara aspek spiritual, moral, intelektual, dan teknologi, sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang secara holistik.
  7. Mendorong Sikap Kritis dan Reflektif: Mengembangkan sikap kritis dan reflektif pada siswa terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan, sehingga mereka mampu membuat keputusan yang bijak dalam kehidupan mereka.
  8. Membangun Lingkungan Belajar yang Positif dan Inklusif: Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, aman, dan inklusif bagi semua siswa, di mana mereka merasa didukung untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka secara penuh.
  9. Mendorong Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas: Melibatkan orang tua siswa dan komunitas dalam mendukung pembentukan karakter dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi siswa di luar lingkungan sekolah.
  10. Menjadi Pusat Inovasi dan Inspirasi: Menjadi pusat inovasi pendidikan yang memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam pembentukan siswa yang beriman dan bertaqwa.

MANFAAT INOVASI :

  1. Pembentukan Karakter yang Kokoh: Inovasi ini membantu dalam membentuk karakter siswa yang kuat dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang kokoh, sehingga mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, jujur, dan berempati.
  2. Peningkatan Kesadaran Spiritual: Melalui fokus pada pendidikan karakter berbasis iman dan taqwa, siswa menjadi lebih sadar secara spiritual, mengembangkan koneksi yang lebih dalam dengan nilai-nilai keagamaan, dan meningkatkan ketakwaan mereka kepada Tuhan.
  3. Pengembangan Keterampilan Teknologi yang Relevan: Inovasi ini memastikan bahwa siswa tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan zaman, tetapi juga menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
  4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam kurikulum dan pembelajaran, inovasi ini membantu meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh, menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan holistik bagi siswa.
  5. Pemberdayaan Siswa: BANGKIT SEMESTA memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara penuh, memberdayakan mereka untuk menjadi individu yang memiliki karakter yang kuat, pengetahuan yang luas, dan keterampilan teknologi yang relevan.
  6. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Emosional: Dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moral, siswa menjadi lebih terbuka terhadap orang lain, lebih mampu berempati, dan lebih mampu menjalin hubungan yang positif dengan sesama.
  7. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif: Inovasi ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa didukung, dihargai, dan dihormati, sehingga mereka merasa nyaman untuk belajar dan berkembang.
  8. Menghasilkan Generasi yang Berkontribusi Positif: Dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan, moral, ilmu pengetahuan, dan teknologi, inovasi ini membantu menciptakan generasi yang berkontribusi positif bagi masyarakat, baik dalam ranah spiritual maupun materi.
  9. Menyiapkan Siswa untuk Tantangan Masa Depan: Dengan memadukan nilai-nilai tradisional dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, siswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan dan peluang yang ada di dunia yang terus berubah.
  10. Menjadi Model Inspiratif: BANGKIT SEMESTA bisa menjadi model inspiratif bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam pembentukan siswa yang beriman, bertaqwa, dan berdaya saing tinggi.

HASIL INOVASI :

  1. Siswa yang Beriman dan Bertakwa: Salah satu hasil utama adalah terbentuknya siswa yang memiliki keimanan yang kuat dan taqwa kepada Tuhan. Mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Pengembangan Karakter yang Kokoh: Inovasi ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang kokoh dengan nilai-nilai moral yang tinggi, seperti kejujuran, integritas, empati, dan tanggung jawab.
  3. Peningkatan Kualitas Pendidikan: Dengan integrasi karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi, diharapkan kualitas pendidikan di sekolah menjadi lebih baik, memberikan siswa pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
  4. Meningkatnya Literasi Teknologi: Siswa diharapkan menjadi lebih terampil dalam menggunakan teknologi dan lebih sadar akan dampak positif dan negatifnya. Mereka akan mampu menggunakan teknologi secara produktif untuk kepentingan pribadi dan masyarakat.
  5. Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat: Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan. Mereka akan lebih aktif mendukung dan terlibat dalam pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi siswa.
  6. Lingkungan Sekolah yang Positif dan Inklusif: Dengan fokus pada pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang positif, inklusif, dan mendukung perkembangan semua siswa.
  7. Peningkatan Prestasi Akademik: Melalui pendekatan holistik yang menggabungkan pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan teknologi, diharapkan prestasi akademik siswa meningkat secara signifikan.
  8. Pembentukan Kepribadian yang Berdaya Saing: Siswa diharapkan menjadi individu yang memiliki kepribadian yang berdaya saing tinggi, siap menghadapi tantangan dunia modern dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
  9. Pengembangan Kreativitas dan Inovasi: Inovasi ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah dan menciptakan solusi baru dalam berbagai bidang kehidupan.
  10. Penyebaran Model Pendidikan Yang Sukses: Hasil dari inovasi BANGKIT SEMESTA dapat menjadi model yang sukses bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam pendidikan yang holistik dan berdaya saing.


2 komentar: